Peringatan Hari Metrologi Sedunia, Kemendag Ingatkan Kebijakan Perdagangan Wajib Amati Hal Ini

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Moga Simatupang mengatakan, kebijakan perdagangan yang berkelanjutan wajib memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan sosial.

\\\”Hal ini meliputi perlindungan kepada lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam perdagangan internasional,\\\” kata Moga dalam Puncak Peringatan Hari Metrologi Sedunia 2024, Senin (20/5/2024).

Moga mempersembahkan, metrologi legal memberikan jaminan kebenaran penilaian untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing global, serta melindungi kepentingan awam dalam rangka menghasilkan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan memakai taktik perdagangan yang mensupport pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia dapat memperkuat pragmatic play posisinya dalam perekonomian global, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,\\\” ujarnya.

Dalam sambutannya, Moga mempersembahkan, perekonomian Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh sebesar 5%, lebih rendah diperbandingkan dengan capaian periode yang sama 2023 yang tumbuh sebesar 5,03%. Kendati begitu, menurut proyeksi IMF pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dan 2025 tetap akan tumbuh 5%.

Hal itu didukung oleh kontribusi sektor perdagangan baik kinerja ekspor barang dan jasa ataupun konsumsi rumah tangga, masih tetap akan mendominasi pertumbuhan ekonomi. Malahan surplus neraca perdagangan pada triwulan I-2024 menempuh sebesar USD 7,31 miliar dan melanjutkan trend surplus sejak Mei 2020, sehingga Indonesia berhasil mencatatkan trans surplus perdagangan selama 47 bulan berturut-turut.

Pada triwulan pertama 2024 popularitas inflasi Indonesia juga bergerak membaik inflasi nasional secara kumulatif sebesar 0,52%, angka ini menonjolkan bahwa klasifikasi makanan minuman dan tembakau yang selama ini senantiasa memberikan andil inflasi terbesar mengalami penurunan signifikan.

Malahan pada April 2023 inflasi nasional secara tahunan telah berada di bawah target pemerintah sebesar 4% ialah 3,05% yoy. Oleh karena itu, untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif ke depannya, maka dibutuhkan kebijakan perdagangan yang berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan sosial.

 

Tentang Penulis

admin4