Di Balik Suksesnya Game Online PUBG yang Lagi Hype

PlayerUnknown’s Battleground bisa dibilang sebagai game yang sukses membawa genre battle royale ke dunia gaming, lebih-lebih di tahun 2019. Enggak heran juga apabila Predator League 2019 membawa PUBG sebagai game yang diperlombakan. Di balik suksesnya game online PUBG, ternyata ada kisah menarik perjalanan pembuatnya.

Kelahiran PUBG

Semua ini dimulai oleh Brendan Grenee, orang di balik game online PUBG yang ketika ini dimainkan oleh jutaan orang. Grenee lahir di Irlandia, lalu pindah ke Brazil dan bekerja sebagai fotografer sekaligus laman developer.

Suatu hari, dirinya sukses merubah game klasik Arma 2 menjadi DayZ: Battle Royale menjadi mod (modifying a game) yang ternyata sukses besar. Dari situlah, Greene direkrut oleh pengembang game bernama Daybreak. Tetapi sayangnya, dirinya tidak bertahan lama di sana.

Sebulan kemudian, ketika dirinya sedang mengunjungi Seoul, singkat cerita, Greene sukses membuat orang di balik Bluehole Korea Selatan terkesan dengan usulannya akan game genre battle royale. Langsung saja, Bluehole tidak ragu untuk mengajaknya sebagai creative director dan PUBG yang sudah di dalam ‘kandungan’.

Game Online PUBG lahir di tahun 2016

Pada awal 2016 silam, Bluehole mulai mengembangkan PUBG yang slot77 ditargetkan untuk rilis tahun 2017. Lalu, pada 23 Maret 2017, early access PUBG pun resmi hadir di Steam dan lantas menarik perhatian banyak gamer garis keras.

 

Menempuh spot kesuksesan dengan cepat

Hanya dalam satu setengah tahun, PUBG dinyatakan sukses dipasarkan sebanyak 50 juta copy di PC dan Xbox One segala dunia. Dalam deretan “Most Popular Games” di Steam, PUBG berada di atas sebelum DOTA 2 dan Counter Strike: Global Offensive. Seiring tumbuhnya genre battle royale, PUBG otomatis memiliki tantangan dengan munculnya banyak game pesaing bergenre sama.

Salah satunya, Fortnite. Game online yang sukses mengambil perhatian para pemain aktif PUBG. Meski begitu sang kreator game, Greene enggak mengambil pusing soal itu. Dari beberapa wawancara, Greene selalu mengatakan apabila tujuannya memang membuat genre battle royale berkembang, yang salah satunya yaitu semakin banyaknya game baru.

Memang belum tahu bagaimana eksistensi PUBG kedepannya. Tetapi, apabila dilihat dari tingkat trennya ketika ini yang hampir menyamai DOTA, serta semakin banyakn turnamen kelas dunia. Sepertinya PUBG akan bertahan lama atau bisa jadi kekal seperti Counter Strike atau DOTA 2. Apalagi sampai ketika ini, followers di IG PUBG saja sudah menempuh 3 juta lebih!

That’s all perihal latar belakang game PUBG. Bikin kamu semakin tertarik untuk bermain game ini lebih dalam, bukan? Buat yang belum pernah pernah main PUBG, mendingan cobain, deh.

Tentang Penulis

admin4