Bagaimana Game Online Menghambat Pendidikan Karakter Hati?

Di era modern yang kian canggih ini perkembangan teknologi melaju begitu kencang. Terpenting pada dunia online dimana tiap konektifitas dan komunikasi menjadi benar-benar mudah dan kencang. Semua orang dari belahan bumi manapun bisa dengan mudah dan kencang terhubung. Tentu dengan akses dunia online segala menjadi begitu dekat.

 

Pesatnya perkembangan dunia online tak luput dari pantauan para pembuat aplikasi atau programmer game berbasis online. Kalau dahulu sebelum perkembangan dunia online secanggih ketika ini, para pembuat game atau programmer menyajikan game dalam wujud alat bermain game seperti Nintendo maupun Playstation. Permainan hanya dikerjakan oleh pemain sendiri atau optimal berdua disatu daerah yang sama menerapkan alat yang bernama stick. Melainkan kini kecanggihan teknologi cakap membikin aplikasi permainan berupa game online.

 

Game online  memungkinkan para pemain berada pada daerah yang berbeda. Pemain yang satu berada di suatu daerah dan pemain lainnya berada di daerah lain entah dimana. Pun tak menutup kemungkinan para pemain berada pada lokasi di Negara yang berbeda. Hal ini benar-benar dimungkinkan sbobet88 apabila programmer membikin server yang jangkauannya jauh lebih luas. Ini lah yang bisa dikatakan bahwa era globalisasi menghasilkan yang jauh terasa benar-benar dekat.

 

Programmer dalam membikin permainan di game online benar-benar memahami betul budaya banyak orang yang mudah kecanduan apabila bermain game. Mereka merancang sedemikian rupa sehingga banyak pemain tanpa sadar menjadi kecanduan. Keseruan dalam permaian-permainan di game online tak jarang membikin orang tidak mau menyudahi permaiannya.

 

Game online apabila dimainkan hanya sekedar hiburan belaka dan tak dimaikan berlama-lama, mungkin bisa memberikan manfaat positif bagi penggunanya. Melainkan apa apabila pengguna atau pemain sudah kecanduan karenanya hal ini benar-benar mengkhawatirkan. Belum lagi masalah konten yang terkandung dalam permainan tersebut. Banyak konten dalam game ononline benar-benar tak pantas dengan budaya dan karakter bangsa Indonesia.

 

Bangsa Indonesia ketika ini sedang menggalakkan pengajaran karakter si kecil, baik di rumah oleh orang tuanya maupun di sekolah oleh gurunya. Pun disetiap wacana yang berhubungan dengan pengajaran senantiasa yang dikedepankan ialah pengajaran karakter. Kita kenal bersama bahwa pengajaran karakter mencakup kompetensi religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi,  semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

 

Penyelenggaraan pengajaran karakter si kecil, bukan tak ada hambatannya. Hambatan datang baik dari dalam maupun dari luar diri si kecil sebagai obyek pelaku dalam pengajaran karakter. Salah satu hambatan dari dalam diri si kecil ialah rasa malas dan hambatan dari luar ialah keseruan permainan game online. Pertemuan rasa malas dari dalam diri si kecil dengan keseruan permainan game online menjadi spot awal dari timbul dan tumbuhnya hambatan bagi tercapainya tujuan pengajaran karakter si kecil. Rasa malas pada diri si kecil akan tumbuh subur seiring dengan keasikan dan keseruan dalam memainkan permainan di game online. Dari sinilah timbul kecanduan si kecil kepada game online.

 

Kecanduan si kecil kepada game online pada taraf tingkat tinggi membawa akibat yang benar-benar tak baik bagi pengajaran karakter si kecil. Kecanduan permainan game online benar-benar efektis dan massif dalam menghalangi pengerjaan pengajaran karakter si kecil. Pun kecanduam permanen kepada permainan game on-line cakap mengubah karakter dan prilaku baik si kecil menjadi prilaku yang mengkhawatirkan.

 

Kekhawatiran kepada bahaya kecanduan permainan game online bukan tanpa alasan. Umumnya si kecil yang sudah kecanduan hampir tak pernah berharap lepas atau tak berharap menyudahi dari permainnya di game online. Sehingga si kecil menghabiskan banyak waktu untuk itu. Waktu yang semestinya untuk belajar akan habis hanya untuk bermain. Pun yang paling membahayakan ialah terlewatnya waktu sholat. Banyak si kecil yang melewatkan waktu sholatnya sebab keasikan bermain game online. Tujuan pengajaran karakter dalam upaya meningkatkan sikap religius si kecil menjadi terhambat.

 

Terhambatnya pengajaran karakter si kecil selain pada kompetensi religius juga pada kompetensi peduli sosial. Keasikan akan keseruan permainan game online menghasilkan si kecil anti sosial. Mereka lebih menyukai menyendiri, mengasingkan diri dan jauh dari lingkungan sosial sebab lebih konsentrasi pada permainannya di game online. Kalau hal ini terjadi dan berlarut-larut karenanya benar-benar tak baik bagi perkembangan karakter si kecil.

Tentang Penulis

admin4